Satu kali ada pengalaman berbeda ketika kami melakukan instalasi di institusi teknik. Entah itu berupa sekolah kejuruan dibidang teknik atau pun perguruan tinggi teknik. Hal ini jelas saat instalasi di SMK Telkom dan STT W iworotomo. Ketertarikan para guru atau dosen bukan pada fungsi perangkat laboratorium bahasa melainkan seputar hal-hal teknis terkait dengan perangkat Laboratorium Bahasa yang terpasang. Sementara institusi pendidikan lainnya pada umumnya mengeluarkan pertanyaan yang sangat mendasar mengenai masalah penggunaan perangkat. Jika yang menerima pelatihan adalah dosen-dosen elektro maka pertanyaan lebih mengarah ke hal-hal teknis yang sangat mendalam. Pertanyaan yang terlontar serasa bagai berada di ruang sidang ujian mahasiswa.
Pada tahap penyelesaian akhir sempat terjadi kendala. Tidak semua instalasi listrik yang ada mempunyai ground yang bagus.
Tugas pun bertambah untuk memperbaiki sistem pentanahan di tempat tersebut. Pada akhirnya pihak sekolah dan kampus menyambut positif adanya laboratorium bahasa di tempat mereka. Terutama karena fungsi-fungsi yang ada sangat memadai untuk sebuah perangkat laboratorium bahasa.